Malam penuh kesesakan di dada, meneteskan air mata sedikit membuka jalur luka agar ia mengalir pada jalannya. Berbaring dengan lelah sembari berpikir, kalau memang siklus kehidupan ku seperti itu. Pada siapa kan ku berikan sedikit sakitku, agar dia tahu apa yang ku alami. Menahan dan berdiam, memang jadi cara terbaik ku. 

Komentar

Postingan Populer